Tangerang — Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), Prof. Dr. Heni Setyowati Esti Rahayu, S.Kp., M.Kes., menghadiri kegiatan Sosialisasi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan Diferensiasi Misi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APMU PTMA) ini berlangsung pada Jumat-Sabtu, 23-24 Oktober 2026, dengan Universitas Muhammadiyah Tangerang sebagai tuan rumah.

Selain sosialisasi, rangkaian kegiatan juga diwarnai pengukuhan pengurus APMU PTMA. Forum ini mempertemukan para pengelola penjaminan mutu dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) untuk memperkuat pemahaman sekaligus koordinasi, terutama dalam menyikapi perkembangan regulasi pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Dr. Warsito, M.Si., menyampaikan terima kasih kepada Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mempercayakan penyelenggaraan acara kepada kampusnya. Ia berharap materi yang dibahas dapat diturunkan menjadi panduan teknis yang benar-benar bisa dijalankan hingga tingkat fakultas dan program studi.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, M. Adam Jerusalem, S.T., S.H., M.T., Ph.D. Ia menegaskan bahwa mutu merupakan bagian penting dari napas gerakan Muhammadiyah, dan penjaminan mutu semestinya tidak dipandang sekadar sebagai pemenuhan dokumen untuk akreditasi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar sistem mutu dapat berjalan konsisten dan tumbuh menjadi budaya akademik. Ia juga mengingatkan bahwa upaya peningkatan mutu merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pimpinan perguruan tinggi, fakultas, program studi, dosen, hingga tenaga kependidikan, dan tidak bisa dibebankan kepada lembaga penjaminan mutu semata.

Tiga topik utama dibahas dalam sosialisasi ini, yaitu SN DIKTI sebagai standar minimal penyelenggaraan pendidikan tinggi, SPMI sebagai mekanisme perguruan tinggi menjaga dan meningkatkan mutunya secara mandiri, serta diferensiasi misi yang menekankan kekhasan dan keunggulan masing-masing perguruan tinggi. Pemahaman atas ketiganya diharapkan membantu PTMA menindaklanjuti kebijakan mutu melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan secara berkelanjutan.

Bagi UNIMMA, keikutsertaan Kepala BPM menjadi bagian dari upaya memperbarui pemahaman terhadap kebijakan mutu terbaru. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyempurnaan standar dan pelaksanaan SPMI di UNIMMA, sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan sesama PTMA dalam membangun budaya mutu yang unggul dan berkemajuan.