
Magelang — Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertempat di Aula Rektorat Kampus 2 UNIMMA. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan sistem penjaminan mutu di lingkungan universitas, sekaligus menjadi ajang pengambilan keputusan strategis untuk perbaikan mutu ke depan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Rektor, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa RTM merupakan momentum penting bagi seluruh pimpinan universitas untuk secara bersama-sama mengevaluasi capaian mutu, mengidentifikasi permasalahan yang masih dihadapi, serta merumuskan langkah strategis guna memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi di UNIMMA terus berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.
Kegiatan dilanjutkan dengan laporan pelaksanaan AMI–RTL yang disampaikan oleh Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM), Prof. Dr. Heni Setyowati ER, S.Kp., M.Kes. Laporan tersebut memaparkan hasil pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) beserta Rapat Tindak Lanjut (RTL) yang telah dilaksanakan sebelumnya, mencakup gambaran umum temuan audit di setiap fakultas dan unit kerja serta status tindak lanjut yang telah dan sedang dilakukan.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan dari seluruh Wakil Rektor dan Dekan Fakultas, yang menyampaikan perkembangan capaian kinerja, kendala, serta rencana perbaikan pada masing-masing bidang dan fakultas. Pemaparan ini menjadi bahan penting dalam melihat kondisi mutu secara komprehensif dari berbagai lini universitas.
Rangkaian RTM kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi, di mana seluruh pimpinan universitas bersama-sama membahas berbagai isu strategis terkait mutu, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Diskusi ini menjadi ruang bertukar pandangan dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh masing-masing unit kerja.
Sebagai penutup, kegiatan RTM diakhiri dengan putusan RTM yang disampaikan langsung oleh Rektor. Putusan tersebut menjadi arahan resmi bagi seluruh unit kerja di lingkungan UNIMMA dalam menindaklanjuti hasil evaluasi mutu, sekaligus menjadi acuan dalam penyusunan langkah perbaikan pada periode mendatang.
Rangkaian kegiatan RTM ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Komitmen Mutu oleh Rektor bersama seluruh Wakil Rektor dan Dekan Fakultas. Penandatanganan ini menjadi simbol kesungguhan dan komitmen bersama seluruh jajaran pimpinan universitas dalam menjaga serta meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di UNIMMA secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan RTM ini, UNIMMA menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan sistem penjaminan mutu secara konsisten, sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola universitas yang unggul, akuntabel, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Magelang — Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melaksanakan rangkaian Audit Mutu Internal (AMI) 2026 pada 28–31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kick Off AMI 2026 yang telah dilaksanakan sebelumnya, dan menjadi tahapan inti dalam proses penjaminan mutu internal di lingkungan UNIMMA.
Secara teknis, pelaksanaan audit dilakukan dengan mendatangkan auditor ke masing-masing fakultas dan unit kerja sesuai jadwal yang telah disepakati bersama. Setiap sesi audit diawali dengan konfirmasi pemenuhan instrumen AMI, di mana auditor melakukan pengecekan dan verifikasi terhadap kelengkapan dokumen serta bukti pendukung (evidence) yang telah disiapkan oleh masing-masing fakultas/unit sebagai auditee.
Setelah proses konfirmasi instrumen selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Tindak Lanjut (RTL) temuan AMI. Pada sesi ini, auditor dan auditee bersama-sama membahas temuan yang diperoleh selama proses audit, sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan oleh masing-masing fakultas/unit. Rapat tindak lanjut ini bertujuan untuk memastikan setiap temuan tidak hanya tercatat, tetapi juga ditindaklanjuti secara konkret guna mendorong perbaikan mutu yang berkelanjutan.
Pelaksanaan AMI 2026 ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif mengenai capaian mutu di setiap fakultas dan unit kerja, sekaligus menjadi dasar bagi penyusunan rencana perbaikan pada periode berikutnya. Melalui rangkaian audit yang dilaksanakan secara terjadwal dan sistematis ini, BPM UNIMMA berkomitmen untuk terus memperkuat budaya mutu di seluruh lini organisasi demi mewujudkan tata kelola universitas yang unggul dan akuntabel.

Magelang — Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Kick Off Audit Mutu Internal (AMI) 2026 pada hari Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Auditorium Kampus 1 UNIMMA. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pelaksanaan audit mutu internal di lingkungan UNIMMA untuk tahun 2026, sekaligus menjadi ajang penyegaran pemahaman bagi para auditor dan auditee terkait pelaksanaan audit yang efektif dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Acara diawali dengan sambutan Rektor, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pentingnya Audit Mutu Internal sebagai instrumen strategis dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Beliau menekankan bahwa AMI bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas administratif, melainkan bagian dari komitmen bersama seluruh unit kerja di lingkungan UNIMMA untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mewujudkan tata kelola kampus yang unggul dan akuntabel.
Kegiatan dilanjutkan dengan laporan dari Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM), Prof. Dr. Heni Setyowati ER, S.Kp., M.Kes. Dalam laporannya, disampaikan gambaran umum pelaksanaan AMI 2026, mulai dari jadwal, mekanisme, ruang lingkup audit, hingga target capaian yang diharapkan dari seluruh rangkaian kegiatan audit mutu internal tahun ini.
Sebagai bagian penting dari kegiatan Kick Off ini, dilaksanakan pula sesi berbagi praktik baik (best practice) pelaksanaan AMI, yang menghadirkan Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, S.T., M.T. sebagai auditor, dengan Fakultas Psikologi dan Humaniora sebagai pihak auditee. Melalui sesi ini, para peserta memperoleh gambaran nyata mengenai proses audit yang telah berjalan dengan baik, termasuk strategi komunikasi antara auditor dan auditee, teknik penggalian bukti (evidence), serta pendekatan konstruktif dalam menyampaikan temuan audit sehingga dapat mendorong perbaikan tanpa menimbulkan kesan menghakimi.
Melalui kegiatan Kick Off AMI 2026 ini, BPM UNIMMA berharap seluruh auditor dan auditee di lingkungan universitas dapat semakin memahami esensi audit mutu internal sebagai sarana evaluasi dan perbaikan, sehingga pelaksanaan AMI tahun ini dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu akademik UNIMMA secara berkelanjutan.

Magelang — Proses akreditasi Program Studi Teknik Informatika S1 Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) memasuki tahap krusial. Selama dua hari, 13-14 Juli 2026, tim asesor dari LAMINFOKOM melakukan asesmen lapangan secara langsung di kampus UNIMMA, dengan pendampingan penuh dari Badan Penjaminan Mutu (BPM) universitas.
Asesmen lapangan menjadi tahap penentu dalam proses akreditasi, di mana asesor tidak hanya menilai berdasarkan dokumen, tetapi juga melakukan verifikasi dan klarifikasi langsung terhadap kondisi nyata penyelenggaraan program studi. Pada kesempatan ini, BPM UNIMMA hadir untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur, mulai dari persiapan teknis hingga pendampingan substansi.
Peran BPM dalam mendampingi jalannya asesmen tidak hanya sebatas fasilitasi teknis, tetapi juga memastikan komunikasi antara tim asesor dan pihak program studi berjalan lancar, sehingga seluruh informasi yang dibutuhkan dapat tersampaikan secara akurat dan objektif.

Selama dua hari tersebut, agenda asesmen mencakup beberapa tahapan penting: klarifikasi dokumen borang akreditasi, sesi wawancara dengan unsur pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan, serta kunjungan langsung ke laboratorium komputer dan berbagai fasilitas penunjang praktikum di lingkungan Program Studi Teknik Informatika.
Melalui pendampingan yang optimal ini, UNIMMA berharap Program Studi Teknik Informatika S1 dapat meraih hasil akreditasi terbaik, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi bidang teknologi informasi yang unggul dan berdaya saing.

Magelang, 13 Juli 2026 — Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) mendampingi pelaksanaan asesmen lapangan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) jenjang Sarjana (S1) yang berlangsung selama dua hari, pada 10-11 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akreditasi program studi yang bertujuan untuk memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan di lingkungan UNIMMA sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh SN-DIKTI dan LAMDIK. Asesmen lapangan dilakukan oleh tim asesor yang melakukan verifikasi, validasi, dan klarifikasi atas dokumen borang serta kondisi riil di lapangan terkait penyelenggaraan Program Studi PG PAUD S1.
Selama proses berlangsung, BPM UNIMMA berperan aktif dalam mendampingi tim asesor maupun pihak program studi, mulai dari koordinasi teknis, penyiapan dokumen pendukung, hingga memastikan kelancaran seluruh rangkaian agenda asesmen. Pendampingan ini dilakukan agar proses evaluasi dapat berjalan objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rangkaian kegiatan asesmen lapangan meliputi klarifikasi dokumen akreditasi, wawancara dengan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan, dilanjutkan dengan peninjauan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran di lingkungan Program Studi PG PAUD.
Kehadiran BPM dalam proses ini menegaskan komitmen UNIMMA dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan, khususnya pada Program Studi PG PAUD S1, sebagai bagian dari upaya memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat.
Dengan terlaksananya asesmen lapangan ini, UNIMMA berharap Program Studi PG PAUD S1 dapat memperoleh hasil akreditasi yang optimal sebagai bentuk pengakuan atas mutu penyelenggaraan pendidikan yang telah dijalankan selama ini.