Latar Belakang
Berdasarkan evaluasi diri dapat diketahui bahwa mutu lulusan rendah diakibatkan karena kompetensi lulusan dan kurikulum belum bersifat kompetitif dan belum fokus pada kebutuhan dunia kerja, juga dikarenakan metode pembelajaran yang belum mengacu pada kompetensi program studi. Kondisi itu menuntut disusunnya rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi (program pembelajaran jangka pendek).
Berkaitan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi, salah satu strategi yang tepat adalah peningkatan kualitas dosen. Peningkatan kualitas dosen dipandang mempunyai kedudukan yang strategis karena disamping sebagai tenaga pendidikan yang secara langsung melakukan transfer ilmu pengetahuan kepada para mahasiswa melalui proses pembelajaran.
Menyadari bahwa mutu pendidikan pada semua jenjang pendidikan berpusat pada proses pembelajaran yang dikelola para dosen dengan memanfaatkan sarana, dan media pengajaran yang ada, dan mutu proses pembelajaran akan ditentukan oleh pengetahuan yang ada, keterampilan para dosen dalam melaksanakan proses belajar-mengajar secara profesional.
Tujuan
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatnya mutu lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja dan lulusan dapat bekerja sesuai bidang ilmunya. Sedangkan tujuan diadakannya pelatihan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang merupakan program pembelajaran jangka pendek adalah agar pelaksanaan proses pembelajaran menjadi lebih baik dan berkualitas sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan (lulusan).
Lingkup Kegiatan
Mutu dosen di bidang pengelolaan proses belajar mengajar berpengaruh terhadap mutu pendidikan (lulusan). Dosen yang tidak memiliki kompetensi, tidak profesional, akan berpengaruh pada pelaksanaan pembelajaran selanjutnya akan berdampak pada rendahnya mutu pendidikan (lulusan), sehingga untuk kondisi UMM yang berjalan saat ini perlu ditingkatkan mutu dosen dan mutu lulusan khususnya meningkatkan kompetensi para dosen dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dengan demikian pelaksanaan proses pembalajaran akan lebih baik dan berkualitas.
LAPORAN KETERCAPAIAN SASARAN MUTU 2013
Universitas Muhammadiyah Magelang memiliki visi unggul dalam ilmu dan islami dalam perilaku. Keunggulan dalam ilmu dijabarkan dalam kegiatan pembelajaran, penelitian maupun pengabdian dalam masyarakat. Terkait kegiatan pembelajaran, universitas berusaha memfasilitasi dosen agar mampu menyampaikan materi perkuliahan dengan baik dan efektif. Upaya untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang efektif dan bermutu, perlu tersedia bahan ajar yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan. Oleh karena itu, dosen pengampu mata kuliah sangat diharapkan untuk secara proaktif menulis, supaya bahan ajar yang dikembangkan betul-betul sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Terkait hal tersebut, universitas membuat program pelatihan penulisan buku ajar bagi para dosen.
Tujuan
1. Mendorong dan melatih dosen untuk terbiasa dan terampil menulis buku.
2. Meningkatkan mutu dan efektivitas kegiatan perkuliahan melalui penyediaan buku ajar yang bermutu dan relevan
3. Mendukung dan memfasilitasi pengembangan karier dan profesi dosen melalui penulisan buku.
Lingkup Kegiatan
- Penggugahan pemahaman dan kesadaran urgensi penulisan buku ajar guna mendukung kegiatan pembelajaran
- Melatih ketrampilan strategik dan teknis penulisan buku ajar bagi para dosen.
Keluaran
Hasil yang akan diperoleh dari kegiatan ini adalah tersedianya buku ajar yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan sehingga dapat dijadikan pegangan perkuliahan serta layak untuk diterbitkan.
Narasumber :
- 1. Prof. Harun Joko Prayitno
- 2. Prof. Dr. Markhamah
- 3. Prof. Dr. Abdul Ngalim
- 4. Dra. Sri Waljinah, M.Hum
- 5. Tim Andi Offset DIY
- 1. Latar Belakang
Berdasarkan evaluasi diri menunjukkan bahwa, IPK kelulusan kurang dari 3,00 dan masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan lebih dari 12 bulan. Hal ini disebabkan karena mutu lulusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang yang masih rendah. Permasalahan terletak pada belum terbentuknya keunggulan kompetensi yang spesifik dari program studi. Selain itu, adanya kondisi global seperti persaingan, persyaratan kerja dan perubahan orientasi yang menuntut adanya perubahan kompetensi lulusan.
Setelah menetapkan profil lulusan program studi sebagai outcome pendidikan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh lulusan program studi sebagai output pembelajarannya. Penyusunan kompetensi berdasarkan profil lulusan yang mengandung elemen yang tercantum dalam SK Mendiknas No. 045/U/2002 dilakukan melalui pengadaan tenaga ahli dalam kegiatan pelatihan penyusunan kompetensi diharapkan dapat meningkatkan mutu lulusan yang dapat mencerminkan kebutuhan stakeholders.
2. Tujuan
Tujuan utama dari program ini adalah menghasilkan rumusan kompetensi (kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya) dari setiap program studi berdasarkan profil lulusan. Perumusan kompetensi berdasarkan profil lulusan diharapkan dapat mencerminkan kebutuhan stakeholders, sehingga lulusan dapat bersaing dan memenangkan kompetisi pasar kerja.
3. Lingkup Kegiatan
Kualitas lulusan yang kompetitif dilihat dari kompetensi yang mencerminkan kebutuhan stakeholders. Kompetensi yang kompetitif didapatkan dengan menggambarkan profil lulusan yang diinginkan berdasarkan market signal stakeholders dan alumni, visi prodi, dan values universitas, sehingga sifat kompetensi sangat dinamis dan perlu diperbarui secara berkelanjutan. Kompetensi lulusan yang berdasarkan profil lulusan dapat diperoleh dengan menerapkan tiga unsur yaitu nilai-nilai perguruan tinggi (university values), visi keilmuan dari program studi (scientific vision), dan kebutuhan masyarakat pemangku kepentingan (need assesment). Kegiatan ini menghasilkan kompetensi lulusan untuk diterapkan di tingkat program studi. Model kegiatan berupa pelatihan/workshop.
4. Keluaran
Rumusan kompetensi lulusan yang terbagi dalam tiga kategori yaitu kompetensi utama; kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya dan mengandung 5 elemen yang diwajibkan dalam Kepmendiknas No.045/U/2002.
5. Nara Sumber
Tenaga Ahli perorangan yang diperlukan memiliki kualifikasi kompeten dalam penyusunan kompetensi dan kurikulum serta terlibat langsung dalam proses penyusunan kompetensi dan kurikulum di institusinya.
| Nama |
Institusi |
| Alni Rahmawati, SE., MM/ Dewi Nurul Musjtari, SH., M.Hum |
UM Yogyakarta |
Latar Belakang
Berdasarkan hasil evaluasi diri, rendahnya mutu lulusan Universitas Muhammadiyah Magelang dikarenakan relevansi kurikulum terhadap kebutuhan pengguna (pasar kerja) dan rendahnya efektifitas kurikulum. Langkah untuk perbaikan mutu lulusan bisa berupa peningkatan student support system, perbaikan mutu pengajar maupun penyesuaian kurikulum. Hal ini mendorong perlu dilakukannya program kontruksi kurikulum melalui pengadaan tenaga ahli dalam pelatihan pengembangan kurikulum. Rekonstruksi kurikulum dilakukan dengan berbasis penguatan kompetensi yang baru yang telah disusun dan disesuaikan dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan KKNI bertujuan untuk mencapai elemen kompetensi.
Tujuan
Tujuan utama dari program ini adalah memberikan model kurikulum yang menjamin kompetensi, serta menghasilkan rumusan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dan KKNI unggulan spesifik program studi.
Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan meliputi kegiatan ilmiah dalam bentuk Pelatihan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan KKNI dengan pengadaan tenaga ahli untuk menjadi tenaga konsultatif dibidang penyusunan kurikulum. Pelatihan ini terbatas untuk para pimpinan fakultas dan pimpinan program studi, serta perwakilan Tim Pengembang Kurikulum dari masing-masing fakultas yang ikut serta dalam pelatihan penyusunan kompetensi. Pelatihan ini akan menghasilkan rumusan kurikulum berbasis kompetensi. Setelah pelaksanaan pelatihan, rumusan kurikulum selanjutnya dirapatkan di tingkat program studi dan fakultas untuk bisa dikompilasikan dengan data-data lain. Kegiatan ini menghasilkan kurikulum untuk diterapkan di tingkat program studi. Kegiatan ini akan dilaksanakan setelah kompetensi lulusan masing-masing program studi tersusun.
Keluaran/ Output
Tersusunnya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan KKNI dari masing-masing Program Studi.
Narasumber/Pembicara
Nara Sumber/Instruktur dalam pelatihan ini adalah perorangan yang memiliki kualifikasi kompeten dalam penyusunan kompetensi dan kurikulum serta terlibat langsung dalam proses penyusunan kurikulum berbasis kompetensi di institusinya (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) Dr. Silvy Dewajani, Ph.D .